Aku adalah tokoh antagonis dalam novel, tapi aku berhasil menghindari setiap tanda kematian, mengatur kematianku sendiri, dan melarikan diri.
Aku menyelamatkan anak malang yang seharusnya mati, mengorbankan diriku agar para tokoh utama bisa hidup tenang, lalu aku bersembunyi sambil menunggu akhir bahagiaku sendiri.
Aku senang ketika akhirnya mendengar bahwa pasangan protagonis asli akan menikah, hanya sebentar.
Lalu aku menerima kabar kematian ibuku dan kembali ke kampung halamanku…
Itulah saat protagonis utama pria, teman masa kecilku dan tunanganku, berkata,
“Jika aku tahu kamu akan terpengaruh oleh sesuatu sepele seperti pengumuman pemakaman, aku akan mengirimkannya lebih awal.”
Pemeran utama pria, yang aku kira telah menikah dengan wanita lain, menatapku dengan mata gila dan tersenyum.