“Kau seorang jenius.” kata-kata yang dia dengar ketika masih kecil itu adalah racun.
Encrid bercita-cita menjadi seorang ksatria, tapi dia segara menyadari kalau itu sia-sia.
“Kau ingin hidup menggunakan pedang dengan kemampuanmu yang seperti itu?” beberapa orang menertawakannya. “Menyerah saja.” beberapa orang memberi saran untuk melupakan itu.
Meski dengan semua itu, cita-citanya tetap tidak berubah. Dia tidur lebih sedikit, lari lebih lama dan berlatih lebih keras dari siapa pun.
Namun, pada suatu hari, dia tewas karena lehernya tertusuk pedang.